
Pergi dan jangan kembali lagi
Aku tak butuh wajah memelasmu
Semua hanya kamuflase dari otak licikmu
Untuk meragukan langkah yang hendak ku tapaki
Tidak bisakah kau menjadi kompas, otakku
Tidak bisakah kau menjadi lentera, hatiku
Ataukah karena ini yang membuat kau ada
Apakah cuma itu derajat ada dan tiada
Kenapa hanya aku yang berharap kau mengerti
Padahal aku tahu kau tak akan punya hati
Dalam perih kau malah semakin menjadi-jadi
Seakan bertekat membuat asaku mati
Ingin ku bersujud bila fikiran ku salah
Tapi kau meyakinkan mengatakan ku tak salah
Seakan cuma firasat buruk dalam kebimbangan
Dan semua berlalu seakan tanpa kesan
Tersentak aku ditengah senandung nada kenaifan
Ku makin terpuruk di dalam jurang hatiku
Coba kugapai dinding licin tepian harapan
Kucuci dengan air mata, lumut hatiku
Tak ingin, tak ingin lagi menuruti arah yang salah
Dalam hatiku telah kupatrikan genderang perang
Aku tak ingin mengalah walaupun niscaya (kembali) akan kalah
Kuatkan imanku menuju cahaya terang benderang
Perkenankanlah, aku mohon padaMu
Tolonglah., tolong ampuni aku
Tunjukilah, tunjuki langkah dalam hidupku
Aku memohon dan hanyalah kepadaMu
3 komentar:
buliah wak sato ciek da..? tapi wak ndak anak sipil doh..,ba a tu..?wak mancigok sae nyo da..
Mantap ma Herdi....
Lah puitis bana Herdi kini yo.
Ada apa dengan Herdi ?????
Mantap ma Herdi....
Lah puitis bana Herdi kini yo.
Ada apa dengan Herdi ?????
Posting Komentar