Dengan tatapan hampa menapaki lorong kehidupan
Ditengah hingar-bingar peradaban
Mencoba untuk mengais-ngais debu jalanan
Dari perputaran waktu yang seakan tertahan
Bungkam dengan seribu bahasa
Tak ada nada pantas disenandungkan
Karena lidah telah lama kelu
Dan bibir yang dikunci
Terkoyak, ketika kata-kata pedas mencaci
Tak ada kesempatan untuk menimpali
Terhenyak, dihimpit beban yang ditumpangi
Tak ada ruang untuk pembelaan diri
Ku bertanya pada semilir angin yang mengusik
Ku berkata pada tembok yang menjulang
Untuk sekedar menghibur lengahku
Sampai mata ini perih dan terlelap
Nurani yang membatu
Fikiran yang membatu
Membatu dalam keangkuhan
Membatu dalam kesewenangan
Itulah warna dari duniaku
Itulah corak dari bangsaku
Dunia kita..
Bangsa kita..
Tidak ada komentar:
Posting Komentar